Portal Wirausaha Indonesia
MENU UTAMA
Halaman Depan  
Berita  
Kiat Bisnis  
Inspirasi  
Strategi bisnis  
Rubrik Bisnis  
Kisah Sukes  
Jenaka 
Pengembangan Diri 
Young Entrepreneur 
Buku Baru 

PROMO GRATIS

KLINIK
Kewirausahaan  













  ::. Gacerindo, portal wirausaha Indonesia : berita, artikel, kisah sukses, jenaka, pengembangan diri, strategi bisnis, profil bisnis, pendaftaran, gratis, iklan gratis, iklan mini, diskusi, seminar, event, fasilitas, bisnis, pengusaha, buku,
 
Update : 22 Jun 2010

Memetik Hikmah Di Balik Musibah

Latinusa pun pernah mengalami cobaan berat saat krisis ekonomi 1997-1998. Ardhiman menyaksikan perusahaan tempatnya bekerja sempat limbung ketika pemerintah membuka keran impor pelat timah dan memangkas bea masuk impor.

Sebagai Kepala Divisi Pemasaran saat itu, Ardhiman bertanggung jawab untuk segera melepas persediaan. Hal tersebut, bukanlah tugas mudah menjual pelat timah dalam jumlah besar ketika produk impor tiba-tiba membanjiri pasar domestik.

Belum lagi rata-rata industri dalam negeri juga terpuruk akibat krisis. Keputusan melepas produk ke luar negeri atau ekspor menjadi satu-satunya cara agar perusahaan tetap bertahan hidup.

Namun, berbagai cobaan terus berangsur pulih seiring dengan membaiknya ekonomi. Peristiwa itu membuat dirinya meyakini bahwa di balik musibah pasti ada berkah tersembunyi. Berbagai musibah dan tantangan dalam perjalanan hidup dan kariernya justru membuat pria kelahiran Bandung ini, sukses menapak karier.

Ketertarikannya di Latinusa, hanya karena alasan praktis. Usai mendapat beasiswa di Filipina dari almamaternya, Universitas Padjajaran, Bandung, Ardhiman justru meninggalkan kariernya sebagai dosen untuk mencoba dunia baru di Latinusa, satu-satunya produsen pelat timah di Indonesia.

Dia bergabung dengan Latinusa pada 1985, ketika perusahaan yang didirikan 1982 itu belum berproduksi. Saat itu, Latinusa baru dalam tahap pembangunan pabriknya di Cilegon, Banten. Meski Latinusa perusahaan baru, Ardhiman memilih bergabung karena tergiur fasilitas rumah yang ditawarkan Latinusa ketika itu.

Keberadaan rumah dianggap bisa memudahkan rencananya untuk membina hidup baru dengan pujaan hati. Namun, perjalanan hidup ternyata tidak selalu berjalan mulus. Tiga bulan setelah diterima di Latinusa dan bekerja di Cilegon, Ardhiman justru ditarik ke kantor pusat di Jakarta. Dengan berat hati, rencana menikah akhirnya ditunda sementara karena perusahaan tidak menyediakan fasilitas rumah di Jakarta.

Tak berapa lama bekerja di Jakarta, cobaan kembali menghadang hidup Ardhiman ketika calon istrinya meninggal dunia. Terpukul dengan kepergian sang kekasih, dia justru melampiaskan kesedihannya dengan bekerja.

DIN(RM)


 
 


SURAT PEMBACA






Internet House Internet House daPenCentre Edutainment & Information Centre Simp.3 Sebanga Duri Riau ...

asuransi gratis ayo buruan sebelum terlambat!!! ...

RUMAH DI TEGAL DIJUAL ALAMAT JL. MUHARI N0 675 RT 9 RW 3 DALATULANG TEGAL. LUAS BANGUNAN 320M2 , LUAS HALAMAN 8 X 15 M ...

PERHATIAN..!!! dibuka kesempatan untuk kerjasama (FRANCHISE). dengan modal 15 juta sudah punya usaha sendiri. bisni ...

Keajaiban Penyembuhan dari alam (Air) Teknologi kesehatan baru dari Jerman, dengan menggunakan teknologi resonansi nano (bagian terkecil d ...



LifeWisdwm-Presenter
Copyright (c) 2007, Gacerindo.com.
All Rights Reserved Hak cipta dilindungi Undang-undang