Bermodal Ijazah SMA, Sukses Berbisnis Jamu Kampung
Kali ini, dia melakukan persiapan menyambut perdagangan bebas dengan China, dengan mendirikan pabrik bahan baku senilai Rp 80 miliar.
Pendidikan tinggi lengkap dengan gelar keilmuan mentereng bagi banyak orang adalah modal penting meniti tangga sukses. Tetapi, menyimak lelaki berumur 62 ini, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Dengan modal ijazah SMA, Irwan dapat menyulap sedemikian rupa kesuksesan bisnisnya. Bagi penikmat jamu atau pehobi nonton layar kaca, nama Sido Muncul tidak asing lagi.
Hampir semua kedai jamu dan toko kelontong menjual produk-produk Sido Muncul seperti Kuku Bima dan Tolak Angin. Dan hampir setiap jam, produk minuman energi dan penyembuh gejala influenza itu muncul di setiap jeda iklan televisi. Dia mengaku, kesuksesan tersebut diraih dengan kerja keras.
Bahkan kisah sukses tersebut terasa komplet baginya ketika mampu mewujudkan impian selama 20 tahun, yakni membuat pabrik bahan baku herbal (Semarang Herbal Indoplant). “Pembangunan pabrik bahan baku herbal ini sudah menjadi impian saya selama 20 tahun,” ungkap lelaki yang sempat lima kali pindah sekolah tersebut.
Dia menjelaskan, impiannya mendirikan pabrik bahan baku herbal itu dikarenakan ia ingin membantu petani yang membuat bahan baku jamu agar lebih baik lagi kualitasnya. Sehingga jamu-jamu Indonesia bisa bersaing dengan produk luar.
Baginya, pabrik-pabrik jamu di Indonesia saat ini sangat tidak efisien. Karena mata rantainya terlalu panjang, sehingga tidak efisien sehingga harga-harga jamu menjadi mahal.
Irwan merupakan penerus generasi ketiga. Setelah neneknya, tongkat kepemimpinan diserahkan ke ibunya, Desi Sulistyo Hidayat. Saat Irwan masuk, tempat produksi Sido Muncul berada di Mlaten, Trenggulun 154, Sema-rang. Lalu tahun 1981 pabriknya pindah lagi ke Bugangan, Semarang, Jawa Tengah.
Saat krisis, 1997, Irwan membangun pabrik modern. Saat itu, banyak kolega mengingatkan keputusan itu nekat. Namun, sikap “tidak mau tahu” itu yang malah menyelamatkan Sido Muncul. Tahun 2000, pabrik rampung dan beroperasi. Sido Muncul kini menjadi perusahaan paling siap setelah krisis reda. ‘“Makanya saya bersyukur meski hanya lulusan SMA,” pungkasnya.