Komitmen Ary Ginanjar terhadap dunia pendidikan nasional tidak diragukan. Dengan bekal pelatihan kecerdasan emosional, spiritual dan intelektual (ESQ), dia menggagas sistem pendidikan terpadu secara nasional. Tiga universitas ternama sudah memberikan apresiasi.
Bagi Ary, dunia pendidikan harus jadi perhatian khusus jika rakyat Indonesia ingin maju dibandingkan dengan negara-negara lain. Apakah itu nanti maju dalam teknologi, bisnis atau sosial. Menurutnya, munculnya berbagai kejadian seperti tindakan asusila seperti lewat jejaring sosial, salah satunya dipicu minimnya kecerdasan emosianal dan spiritual pelajar Indonesia.
“Sebenarnya ini masalah moral, dimana masalah ini sangat dipengaruhi sistem pendidikan. Sistem pendidikan saat ini hanya meningkatkan kecerdasan intelektual dan melupakan kecerdasan emosional dan spiritual,” ujar Ary pada Rakyat Merdeka di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, kalau melihat UUD 45 Pasal 31 tentang Pendidikan dan Kebudayaan pada ayat 3 secara tegas disebutkan pemerintah harus menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi kecerdasan kehidupan bangsa. “Nah, ini amanah rakyat yang belum dipraktikan, sehingga menurut saya ESQ penting di kurikulumkan,” kata Ary.
Dia berharap dengan kerja sama atau MOU di setiap universitas, dapat melahirkan manusia yang memiliki karakter mulia, jujur tanggung jawab, visioner, disiplin dan peduli.
Menanggapi gagasan Ary tersebut, Rektor Universitas Negeri Jogyakarta Rochmat Wahab menyatakan pembangunan karakter dalam dunia pendidikan menjadi tema pokok dan misi universitasnya. “Itulah mengapa kami memberikan penghargaan tertinggi Doktor Honoris Causa kepada Ary Ginanjar Agustian,’’ cetusnya.
Sementara Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof der Soz Gumilar Soemantri menyatakan pendidikan yang harus muncul adalah wisdom dan spiritualitas.
Rektor Universitas Mercu Buana Suharyadi menyatakan mulai tahun lalu mengganti Program Ospek mahasiswa baru dengan training ESQ. ’’Dampaknya training ESQ terasa dan mewarnai kehidupan dalam kampus berupa perilaku yang jauh lebih baik,” ujarnnya.